Let's talk about verbal bullying. Entah di bangku SD sampai di tempat kerja bullying bisa terjadi di mana saja. Dari yang paling simple itu dengan memanggil nama yang bukan nama yang seharusnya. Entah Ndut, Kring Cungkring, Mbul , Bo (Kebo/Kribo) , parah lagi sampe nama2 panggilan kasar lainnya.
Kenapa tiba-tiba saya ingin mengangkat tema ini. Begini ceritanya, tadi malem Mika (my lovelly daughter, which is 5 years old) marah besar waktu dipanggil Jeng. Dia terbangun tengah malem minta ditemenin pipis, selesai pipis pakai celana ceritanya saya merapikan bantal, bantalnya saya geser ke arah saya, kemudian dia protes "itu kan bantalku" ...spontan sambil ngantuk-ngantuk saya bilang "iya jeng tahu". Kemudian dia ngamuk "aku nggak mau dipanggil Jeng, Namaku Mika bukan Jeng"..akhirnya setelah proses ngamuk lima manitan sambil nendang2 tempat tidur dia mulai bisa ditenangkan.. "Jeng itu panggilan dari Diajeng, artinya adik kesayangan" ..walalupun belum bisa terima akhirnya dia agak tenang juga.
Moral story dari kisah saya adalah bahkan anak kecilpun nggak mau dipanggil dengan nama yang bukan namanya. Apalagi orang dewasa. Orang tua sudah memberikan nama yang bagus untuk untuk anaknya, terkadang orang lain merubah sesuka hati. Walaupun mungkin orang yang dipanggil diem aja, nggak protes, tapi mungkin dia bisa juga mememndam sakit hati :D
Saya ingin mengajak semua orang yang mungkim membaca blog saya untuk STOP verbal bullying. Maybe it's fun (for you), But maybe not (fun) for others. Memanggil nama saja rasanya lebih simple ya, apalagi kalau dibuat lebih bagus.
Saya tidak ingin membahas secara psikologi tentang penyebab dan dampaknya buat yg manggil dan yang dipanggil. Tp coba terapkan pada diri sendiri, is it okay for you too??